unpi on news

Hingga saat ini, mesjid Al-moeslim belum kunjung selesai di renovasi.. Pasalnya, masih banyak perbaikan konstruk bangunan yang akan dimodifikasi. Ketika dikonfirmasi pada pihak universitas, ternyata ada tempat shalat pengganti yang bisa di pakai untuk sementara.

“Selagi kita menunggu beresnya mesjid di renovasi, kita manfaatkan dulu mushola Aula untuk tempat shalat. Jadi mushola disana, bisa terfungsikan lagi”. Tutur Nenden Suyati, SE ketika diwawancarai.

So, silahkan shalat di Mushola Aula dengan tenang. (A-07)

Acara Latihan Kepemimpinan mahasiswa (LKM) yang diselenggarakan 16-18 Februari lalu, merupakan latihan kader untuk pembekalan mahasiswa untuk menjadi Panutan,Perintis, penyelaras dan Pemberdaya Organisasi yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Acara ini merupakan program terakhir yang akan dilaksanakan BEM dalam kepengurusannya selama 1 periode. Rencananya, pada tanggal 27 April mendatang, akan dilaksanakan juga Musyawarah Besar Mahasiswa (MUBESMA) ke-2, untuk sidang pleno LPJ dan pembentukan KPUM guna persiapan pergantian kepengurusan BEM yang baru.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) adalah unsur pelaksana akademik yang mengkoordinasi, memantau, dan menilai pelaksanaan kegiatan penelitian dan kegiatan pengabdian masyarakat, serta mengusahakan dan mengendalikan administrasi sumber daya yang diperlukan.

Fungsi LPPM adalah sebagai lembaga koordinasi yang bertugas mengkoordinasi, memantau, dan menilai pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen, baik secara mandiri maupun kelompok. LPPM juga mengkoordinasi dan memfasilitasi kegiatan penelitian yang bersifat multi, antar, dan lintas bidang yang diselenggarakan oleh pusat studi yang bersifat multidisipliner. Di samping itu, juga berfungsi sebagai pusat konsultasi persoalan-persoalan pengembangan masyarakat, terutama berkaitan dengan konsultasi kewirausahaan dan pengembangan usaha kecil dan juga menengah.

Ditengah begitu pentingnya LPPM di tataran perguruan tinggi, akhirnya pada tanggal 27 maret lalu, LPPM UNPI yang diketuai oleh Drs Suherlan, Dj, SH, MM. sudah membentuk tim yang terdiri dari 13 orang perwakilan dosen dari seluruh fakultas, siap dijalankan dengan satu program yang diutamakan, yaitu membuat jurnal kampus. Dan tengah menunggu keputusan Rektor untuk disetujui.


Pernah berpikir gak sih, sampah yang kita buang setiap hari berakhir dimana ? jumlah kuantitas penduduknya yang melebihi luas wilayahnya ini, spontan menghasilkan sampah yang menggunung setiap harinya, terdampar menumpuk di suatu tempat.

Pernah berpikir gak, kalo sampah yang kita buang itu, jadi sumber kehidupan buat sebagian orang untuk menyambung hidup mereka? Bahkan, gunungan sampah itu, seakan menjadi rumah bagi mereka.

Disaat masyarakat sekarang tengah dilarutkan dengan euphoria Pemilihan Umum (PEMILU), pemerintah dan sebagian orang lainnya, seakan lupa tentang nasib mereka. Inilah yang mendorong Campus Biker Community (CBC) UNPI yang diketuai Jery Andriansyah (ME/8), untuk mengadakan “BAKTI SOSIAL” ke daerah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di daerah Cipineus-Cibeber pada tanggal 19 April nanti.

Dengan modal nekad dan bakat musik yang mereka punya, rencananya sebuah album lagu dari CBC Band akan dibuat untuk membiayai “BAKSOS” tersebut. Tak tanggung-tanggung sebanyak 600 keping CD akan dijual di kampus-kampus dan sekolah-sekolah dengan harga 5000 perak perkepingnya.

“Insyaallah, kita bakal Launching tanggal 30 maret ini”. Ujar Jery.

Menurut Jery, kegiatan BAKSOS ini dilaksanakan, untuk menghilangkan stigma negative pada Genk Motor yang ada di Cianjur. “Intinya, kita ingin mengubah citra itu, dan membuktikan bahwa genk motor punya kepedulian social yang tinggi di masyarakat” tambahnya.

So, buktiin bahwa kalian masih punya hati dan kepedulian buat saudara kita di “Pemukiman Sampah”, dengan beli CD’y CBC Band. Dan kalian udah jadi Rebelious sejati dengan bikin perubahan !!


16 % Mahasiswa UNPI Golput

Persaingan perebutan kursi di Parlemen makin menggila ketika krisis kepemimpinan terjadi di Negara kita. Tidak adanya sosok pemimpin yang bisa dijadikan panutan dan acuan membuat penduduk kita kebinggungan menghadapinya. Malah, para pemimpin yang beradu politik lewat partai ini, sangat Percaya diri akan dipilih rakyat dan membuat perubahan di negeri ini. Terbukti dengan munculnya 44 partai di pemilu ini, semakin menguatkan kesan bahwa di Negara berfalsafah Bhineka Tunggal Ika ini, belum bisa tampil sebagai Negara yang mengerti arti Demokrasi secara kafah.

Namun hal tersebut tidak membuat surut partisipasi masyarakat termasuk mahasiswa UNPI untuk terjun sebagai warga Negara yang baik, untuk menggunakan hak suaranya nanti. Pada Pemilihan Legislatif 9 April mendatang. Terbukti berdasarkan hasil survey tim wahana Kampus, hanya 16 % saja atau 1 dari 6 orang yang mengambil keputusan untuk Golput. Selebihnya, mereka akan menggunakan hak suara mereka meskipun masih kebinggungan untuk memilih yang mana.


Posted in feature

JELANG PORKAB, TENIS MEJA OPTIMIS RAIH MINIMAL 2 EMAS

<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:EN-GB; mso-fareast-language:EN-GB;} @page Section1 {size:595.3pt 841.9pt; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Menghadapi Kejuaraan PORSENI Kabupaten (PORKAB) yang ke XXI tanggal 7-14 Maret nanti, kabupaten Cianjur tengah melakukan persiapan secara maksimal. 15 cabang Olahraga yang nantinya akan dilombakan, dapat menjadi peluang besar bagi kota Cianjur untuk menunjukan kemampuan serta prestasinya dalam kejuaraan Olahraga ini.

Diantara 15 cabang tersebut, cabang Tenis Meja yang sudah menjalani persiapan cukup matang. Bahkan optimis dapat meraih 2 emas untuk nomor-nomor yang akan dilombakan nanti. Hal tersebut, ditegaskan pula oleh ketua II bidang Pembinaan dan Prestasi PTMSI, Drs Ruhyadi mengatakan, “Kami yakin, bisa membawa minimal 2 emas untuk Cianjur. Karena persiapan latihan PORKAB tahun ini sangat dioptimalkan”. tuturnya ketika diwawancarai.

Ia menegaskan, bahwa PORKAB tahun ini merupakan tantangan yang harus dibuktikan bisa atau tidaknya bidang tenis meja Cianjur tampil kembali meraih emas seperti pada PORKAB tahun 2004 lalu.

Hingga saat ini tercatat, sudah ada 18 orang putra dan 11 orang putri untuk kategori 21 tahun ke bawah, yang berasal dari utusan beberapa kecamatan yang ada di Cianjur sudah mendaftarkan diri. Masing-masing dipersiapkan untuk memperebutkan 7 nomor pertandingan yang akan dilombakan. Yaitu : Tunggal Putra, Tunggal Putri, Ganda Putra, Ganda Putri, Beregu Putra, Beregu Putri dan Ganda Campuran.

Tak hanya itu, aktivitas pelatihan yang sejak beberapa bulan sebelumnya ini semakin “getol” dilaksanakan setiap hari. Pelatihan yang di laksanakan di Gedung Wisma Karya Cianjur ini, benar-benar mendapat arahan dan pembinaan yang ekstra, agar persiapan menghadapi PORKAB yang tinggal beberapa minggu lagi dapat berhasil secara optimal.

Saingan utama yang menjadi lawan tangguh dalam pertandingan tenis meja tim Cianjur adalah tim yang berasal dari kota Bandung dan kota Bogor. Masing-masing kota tersebut memiliki bibit atlet tenis meja yang kemampuannya patut diperhitungkan. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para pemain, justru menjadi motivasi bagi atlet Cianjur untuk terus berlatih dan tampil semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik dalam pertandingan nanti. “Latihan rutin ini akan terus dilakukan hingga menjelang PORKAB nanti. Latihan fisik dan pola makan pun kami jaga. Agar stamina saat bertanding tetap vit”. Tutur salah salah satu peserta yang datang dari kecamatan warung kondang.

Salah seorang atlet tenis meja perempuan yang paling muda dan turut serta menjadi peserta ialah Mega Rianti (12) yang masih duduk dikelas 6 sekolah dasar. Ia satu-satunya siswa yang mewakili kecamatan Karang Tengah untuk mengikuti PORKAB tahun ini. Meskipun baru giat menekuni tenis meja sejak setahun terakhir, kemampuan gadis cilik ini tentu tidak akan diragukan lagi. Ia terus semangat dan giat berlatih setiap hari. “ Saya pengen bikin mamah dan papah bangga, jadi harus bisa menang”. Tuturnya polos.

Melihat semangat yang demikian besar, tentu menjadi modal berharga untuk terus meningkatkan cabang Olahraga tenis meja ini agar lebih baik kedepannya dan membawa harum kota Cianjur di kancah dunia Olahraga Nasional. **

Sosok / Tekuni Tenis Meja

Menggeluti dunia Olahraga Tenis Meja, membawa kesenangan tersendiri bagi Ketua II Bidang Pelatihan dan Prestasi PTMSI Cianjur, Drs Ruhyadi. Olahraga yang sejak kelas 4 sekolah dasar ini ia tekuni selalu membawanya menjadi jawara pada berbagai pertandingan Tenis meja di berbagai kejuaraan. “Tenis Meja merupakan Olahraga yang sangat menyenangkan. Hingga kini saya ingin mengarahkan bibit-bibit muda sekarang, agar dapat melihat tenis meja sebagai Olahraga yang menyenangkan juga”. Tutur pria kelahiran 50 tahun silam ini.

Menurutnya, tenis meja merupakan olahraga yang dapat melatih daya konsentrasi tinggi dan kereflekan tubuh yang akurat. “Ada aturan dan teknik tertentu yang harus dipersiapkan. Sehingga olahraga ini, tidak bisa disepelekan begitu saja”. Tandas Pria yang pernah menjadi wasit kancah dunia di International Tennis Table Federation (ITTF) yang berbasis di Negara Yunani ini.

Posted in feature

SEJAHTERAKAN PETANI DAN EKONOMI MASYARAKAT

<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:EN-GB; mso-fareast-language:EN-GB;} @page Section1 {size:595.3pt 841.9pt; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Bagi calon Legislatif (Caleg) Partai Gerindra Nomor Urut 1, daerah pemilihan 1 Cianjur masalah nasib petani dan ekonomi masyarakat akan menjadi fokus utama yang akan dikedepankan jika dirinya

Menjadi wakil rakyat yang tetap mempertahankan niat dan itikad idealisme tidaklah mudah , semua harus dijalani dengan komitmen dan prinsip yang kuat terhadap kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut menjadi tekad Ibrahim Naswari Gandana (65) Caleg nomor urut 1, Daerah Pemilihan Cianjur 1 dari Partai Gerindra

“Harus adanya keterpaduan antara wakil rakyat dan masyarakat yang saling mendukung dalam meningkatkan ekonomi masyarakat terlebih cianjur mempunyai aset SDA yang mendukukng di bidang pertanian”. Paparnya

Bagi ketua Himpunan Kerukunan Petani Indonesia (HKTI) kabupaten Cianjur ini secara garis besar oreientasi pertanian dan kesejahteraan petani menjadi konsep utama yang bisa mensejahterakan ekonomi mastyarakat.

Pembebanan pajak yang tidak seimbang serta proteksi harga dan fasilitas biaya produksi banyak yang tidak berpihak pada petani, hal tersebut menjadi faktor utama tersendatnya kemajuan sektor pertanian di Cianjur, termasuk lemahnya subsidi pada anggaran pertanian.

Pedekatan yang akan dilakukan untuk peningkatan kualitas di Cianjur adalah dengan cara adanya teknologi pemupukan serta adanya peningkatan produksi dan kualitas beras melalui pembinaan pertanian dengan adanya koordinasi bersama petani serta meningkatkan infrastruktur yang masih tersendat di wilayah yang tidak terjangkau oleh mobilitas pertanian.

Posted in feature

BINA NUSANTARA , CETAK BIBIT BERPOTENSI


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Ajang Kreatifitas Siswa Bina Nusantara ( AKSI BINTARA ), itulah tema yang diangkat untuk memeriahkan awal masuknya semester dua sekolah, yang digelar oleh SMK Bina Nusantara yang beralamat di jalan Raya Cibeber KM 6,5 Sirnagalih-Cilaku-Cianjur beberapa waktu yang lalu. Acara yang digelar selama satu minggu penuh ini, terhitung sejak (19-24/01) lalu, memang diperuntukan bagi siswa sekolah menengah pertama yang ada di seluruh Kabupaten Cianjur. Sontak, acara tersebut mendapat antusias yang sangat luar biasa dari para siswa sekolah.

Tak tanggung-tanggung, 147 team yang tersebar dari seluruh perwakilan SLTP/Mts dan sederajat se-kabupaten Cianjur datang berpartisipasi dan mendaftarkan diri untuk mengikuti acara tersebut.

Berbagai perlombaan dan pertandingan 6 bidang potensial yang sedang digandrungi pelajar sekolah cianjur saat ini, dilangsungkan secara bersamaan. Diantaranya ialah, Kejuaraan Bola Basket dengan jumlah peserta yang ikut bertanding berjumlah 30 tim, Kejuaraan Bola Voli berjumlah 32 tim, LKBB berjumlah 11 tim, PMR berjumlah 16 tim, Bulu tangkis berjumlah 46 orang dan Festival Band sebanyak 12 grup.

“Ini merupakan program kerja rutin sekolah yang memang ditujukan untuk tingkat SMP/Mts. Sehingga, kita dapat melihat bibit-bibit siswa yang berpotensi tersebut sejak dini.” Tutur Rino Agung Raharjo, yang menjabat sebagai Pembina Osis SMK Bina Nusantara.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sekedar ajang kompetisi biasa, namun juga sebagai alat untuk memperkenalkan SMK Bina Nusantara pada khalayak masyarakat, terutama pada siswa SLTP/Mts yang merupakan sasaran potensial untuk memberikan gambaran pada mereka mengenai jenjang Sekolah Kejuruan sebagai sekolah yang tidak kalah bersaing dengan sekolah umum lainnya.

Acara yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Cianjur, DR.H. Dadang Sufianto, Drs.MM pada hari Senin (19/01) lalu ini, mendapatkan respon yang sangat baik dari pihak pemerintah daerah Cianjur. Terbukti, untuk kejuaraan Bulu Tangkis, Wakil Bupati memberikan penghargaan berupa “Piala Bergilir Bupati” untuk tim yang menjadi pemenang.

Beliau mengungkapkan, dengan adanya kegiatan dan ajang kompetisi seperti ini, diharapkan dapat menjadi lahan dalam mencari bibit-bibit berpotensi yang mampu bersaing secara kompetitif dan dapat mengharumkan nama Cianjur di kancah nasional dan internasional.

Redaksi telah menghimpun daftar pemenang dari 6 bidang yang telah dilombakan dari masing-masing sekolah tersebut. Untuk juara Turnamen Bola Basket kategori Putra, juara 1 diraih oleh SMPN 2 Cianjur, juara 2 diraih oleh SMPN 1 Cianjur, juara 3 diraih oleh SMPN 3 Tanggeung. Dan untuk Pemain terbaik putra diperoleh Fredi, siswa dari SMPN 2 Cianjur. Sedangkan untuk Kategori Putri, juara 1 diraih oleh SMPN 1 Cianjur, juara 2 diraih oleh SMPN 2 Cianjur, juara 3 diraih oleh SMPN 5 Cianjur. Dan untuk pemain Terbaik putri diraih oleh Fuji, siswi dari SMPN 1 Cianjur. Juara Umum Turnamen Bola Basket mendapatkan piala bergilir dari ketua Yayasan Pendidikan Bina Nusantara yang diserahkan pada SMPN 1 Cianjur.

Untuk Turnamen Bola Voli kategori Putra, juara 1 diraih oleh SMPN 3 Tanggeung, juara 2 diraih oleh MTsN tanggeung, juara 3 diraih oleh SMPN 2 Agrabinta A. dan untuk pemain terbaik putra diperoleh Sandi Nugraha siswa SMPN 3 Tanggeung. Sedangkan untuk kategori putrid, juara 1 diraih oleh SMPN 2 Agrabinta B, juara 2 diraih oleh SMPN 2 Agrabinta A, juara 3 diraih oleh SMPN 2 Agrabinta C. Dan untuk Pemain terbaik diperoleh Sri Yulianti rahayu siswi SMPN 2 Agrabinta B.

Untuk Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) yang sudah ditentukan pemenangnya setelah hari ke-2 pelaksanaan kegiatan, membawa SMPN 5 Cianjur A menjadi juara 1. Sedangkan untuk juara 2 dan 3, masing-masing diraih oleh SMPN 2 Karang Tengah dan SMPN 5 Cianjur grup B. Dan untuk juara umum yang mendapatkan piala tetap dari SMK Bina Nusantara Cianjur diraih kembali oleh SMPN 5 Cianjur.

Bidang ke-4 yang dilombakan ialah Turnamen Bulu Tangkis yang mempertandingkan 46 orang yang mewakili 46 sekolah yang mendaftar. Untuk juara 1 kategori Putra, diraih oleh Dimas Saputra dari Mts Assa’idiyah Cipanas. Untuk juara 2, diraih oleh Chandra dari SMPN 1 Cibeber. Dan untuk juara 3 diraih oleh Regane Kurnia dari SMPN 1 Warungkondang. Sedangkan untuk kategori putri, juara 1 diraih oleh Widi Indah Setiawati dari SMPN 1 Warungkondang, peringkat ke-2 diraih oleh Erna Liana yang kembali dari SMPN 1 Warungkondang. Dan juara ke-3 diraih oleh Fika Fibrianti dari SMPN 1 Ciranjang. Untuk Piala bergilir dari Wakil Bupati Kabupaten Cianjur diraih diserahkan kepada SMPN 1 Warungkondang sebagai Juara Umum Turnamen Bulu tangkis tahun 2009.

Lomba Palang Merah remaja (PMR) yang dilombakan untuk segmentasi Bongkar Pasang Tandu Darurat, banyak yang menjagokan MTsN Ciherang. Buktinya perolehan piala untuk kategori Putra, MTsN Ciherang menjadi juara ke-2 dan untuk kategori Putri berhasil merebut predikat juara 1 dan 2. Tak tanggung-tanggung, piala bergilir dari ketua pengurus cabang PMI Kabupaten Cianjur pun ikut diboyong sekolah ini. Sisanya, diraih oleh MTsN Sawah Gede dan SMPN 3 Cugenang.

Seluruh bidang yang dilombakan telah terselesaikan pada hari jumat. Namun untuk Festival Band yang diikuti oleh 12 sekolah ini, dilaksanakan di hari terakhir kegiatan. Karena sekaligus sebagai penutup kegiatan dan penyerahan piala dari masing-masing bidang yang sudah dinobatkan sebagai juara. Dalam Festival ini, SMPN 1 Cibeber berhasil merebut posisi pertama. Yang kemudian disusul SMPN 2 Cianjur dan SMPN 1 Gekbrong sebagai juara kedua dan ketiga. Masing-masing sekolah tersebut telah menampilkan penampilan mereka yang terbaik. Penyerahan piala tersebut dilangsungkan secara bersamaan dengan bidang-bidang lain. Kegiatan pun ditutup dengan penutupan yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Bina Nusantara, ………….. .

Sebelumnya, dalam sambutan beliau mengatakan, bahwa bibit-bibit juara ini akan mendapatkan pembinaan agar dapat direkomendasikan dan tercatat dalam daftar sekolah berprestasi.

Posted in feature

Potret Buram Dunia Pendidikan di Cianjur


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Wingdings; panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:2; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:679360038; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:717098392 -1043580192 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l0:level1 {mso-level-start-at:0; mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:-; mso-level-tab-stop:.5in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} ol {margin-bottom:0in;} ul {margin-bottom:0in;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

SMK Broadcast yang baru berdiri selama 1,5 tahun dibawah naungan yayasan Madrasah Islam Al-Ianah Cianjur santer dengan isu yang mencoreng dunia pendidikan. Dengan jumlah murid 2 angkatan sebanyak 37 orang, yaitu 16 orang untuk kelas 1, dan 21 orang untuk kelas 2. Namun sampai hari ini sudah 5 orang muridnya yang dikeluarkan dengan alasan yang tidak wajar. Hal ini terkait dengan seorang anak kelas 1 yang bernama Yani (16), dikeluarkan dengan istilah “diistirahatkan” oleh pihak sekolah, lantaran Yani mengidap penyakit jantung. Padahal murid ini cukup berprestasi dikelas.

Tak hanya itu, sudah 2 orang guru pula yang mengundurkan diri karena tidak bisa menerima kebijakan-kebijakan yang dibuat sang kepala sekolah. Sehingga jumlah guru yang ada sebanyak 11 orang. Yakni 7 orang guru untuk studi pokok dan 4 orang guru studi praktek.

Di kelas 1, ada juga guru (sekaligus wali kelas) yang bertindak tidak sepantasnya. Yaitu melakukan kekerasan secara Psikis pada muridnya, hanya karena masalah suka atau tidak suka (Memarahi dan menyudutkan, sehingga anak menjadi minder dan dengan sendirinya keluar dari sekolah).

Dan yang lebih mengejutkan, ada salah satu Oknum guru disana yang pernah melakukan tindakan pencabulan terhadap seorang siswi MAN Cianjur (sebut saja bunga) yang tidak mendapatkan tindakan tegas dari pihak sekolah. (Hanya diberhentikan sebagai wali kelas, namun tetap mengajar sebagai guru praktek).

Disinyalir, perbuatan cabul tersebut telah dilakukannya pada bulan Desember 2008. Karena pada awal bulan januari 2009, pihak orang tua bunga menyatroni SMK Broadcast dan meminta pertanggungjawaban Oknum guru tersebut, karena bunga sudah hamil 1 bulan. Sontak, semua pihak kaget dan segera menikahkan mereka di rumah ketua RT di belakang sekolah sekitar hari Senin (12 Januari 2009 lalu). Parahnya lagi, biaya pernikahan tersebut di tanggung Kepala Sekolah SMK tersebut (Abdul Halim Fatriaman). Hingga saat ini, Oknum guru tersebut masih berkeliaran bebas tanpa dosa di sekolah Broadcast tersebut.

Seluruh guru yang lain dan para murid disana kini sudah merasa gerah dan sepakat menggelar unjuk rasa senin mendatang. Ada pula yang ingin mengundurkan diri, namun merasa kasian terhadap murid-muridnya, sehingga tetap bertahan hingga kini.

Ini tentang ketidakadilan Hak anak-anak yang ingin belajar dan mendapatkan pendidikan. Namun karena alasan yang tidak rasional, anak tersebut malah dikeluarkan. Sedangkan seorang Oknum Guru yang bejad, tetap dipertahankan oleh pihak sekolah. Apakah ini yang disebut keadilan dalam dunia pendidikan?? Dan yang lebih disayangkan, Belum ada pihak yang berani mengadu pada aparat berwenang.

No contact yang bisa dihubungi :

- Yani (murid kelas 1 yang dikeluarkan) : 085720264717

- Erna (murid kelas 2) : 085721403926

- Pak Yayat ( Salah satu Guru SMK)

Posted in feature

DKC Ciptakan Atmosfir Baru, Kelompok Teater yang Bersinergi

<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Tingkat partisipasi pelajar sekolah terhadap dunia Seni, khususnya Teater makin meningkat. Pasalnya paska kepengurusan anggota yang baru Dewan Kesenian Cianjur ( DKC ) diresmikan pada tanggal 19 desember lalu oleh Bupati Cianjur, seperti mendapatkan nyawanya lagi.

Kondisi kelompok Teater yang dulunya terbentuk secara sporadis dan terkotak-kotak di wilayah dan sekolahnya masing-masing, serta sulitnya komunikasi yang terbangun antara kelompok teater dengan DKC menjadi permasalahan akut melemahnya perhatian serta kepedulian masyarakat dan pelajar pada dunia Teater.

Inilah yang menjadi dorongan kuat bagi para penggiat seni untuk membangkitkan kembali “gairah” masyarakat pada Teater serta menyatukan kelompok-kelompok tersebut dalam satu wadah yang solid.

Paguyuban Teater hadir sebagai bentuk kesadaran tinggi para penggiat seni yang ingin menghidupkan kembali Teater sebagai tempat mengapresiasikan potensi manusia yang nantinya menjadi asset budaya yang sangat diminati.

Lantas, dengan munculnya orang-orang baru dalam kepengurusan Komite Teater pun, turut menjadi “titik cerah” dalam membawa pembaharuan nyata untuk mewujudkan visi misi yang mumpuni dalam kemajuan Teater di Cianjur.

Dengan demikian peran Komite Teater sebagai fasilitator pembinaan untuk menghasilkan sebuah sinergi dan pola ketertarikan masyarakat pada ranah Teater dapat terfungsikan dengan baik.

Hadirnya Atmosfir Baru

Hiruk pikuk, serta banyaknya kelompok dan komunitas Teater di sekolah-sekolah yang berlatih bersama setiap hari Rabu dan Sabtu, membuat Gedung DKC tak pernah surut dari aktivitas seni.

Dengan mulai terbentuknya ikatan silaturahmi yang mulai terjalin diantara para kelompok Teater, semakin memperkuat adanya sebuah sinergitas yang baik. Sehingga memberikan ruang kebersamaan yang saling selaras.

Terlebih dengan adanya Festival Teater yang akan digelar oleh Kelompok Teater Trotoar pada tanggal 23 – 24 Januari 2009 mendatang, semakin menambah semangat para pelajar dan kelompok Teater untuk serius belajar Teater dalam menuangkan kemampuan acting mereka secara optimal.

Posted in feature

Utamakan Pendidikan, Kesehatan dan UMKM

<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:EN-GB; mso-fareast-language:EN-GB;} @page Section1 {size:595.3pt 841.9pt; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Melihat kinerja pemerintah yang masih belum optimal dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan secara menyeluruh bagi masyarakat, menjadi keprihatinan bagi Caleg nomor urut 2 dari Partai Amanat Nasional, Daerah Pemilihan Jawa Barat III, Damayanti Hakim Tohir, SE.

“Masih banyak pelayanan pada masyarakat yang belum merata. Terutama secara teknis pelaksanaan, dibutuhkan pembenahan yang tepat”. Tutur perempuan kelahiran Praha, Cekoslovakia 42 tahun silam ini.

Ia berharap keterwakilannya dalam parlemen, akan menjadi harapan baru untuk bidang-bidang potensial tersebut. Dalam sektor ekonomi masyarakat, ia pun membuat program Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bagi perempuan yang sudah mulai dijalankan sejak tahun lalu.

“Perkembangannya sudah mulai pesat dari banyaknya anggota baru yang bergabung. Dan pemerataan program ini akan segera dilakukan di sejumlah daerah lainnya. Para perempuan kini akan belajar untuk hidup mandiri dan tidak bergantung lagi pada suami”. Tambah perempuan yang juga aktif di Yayasan Kanker Payudara Jakarta ( YKPJ ) ini.

HMI Cabang Cianjur, Pilih Ketum Baru

Kelanjutan Acara Konferensi Cabang ( Konfercab ) HMI Cabang Cianjur yang berlangsung selama 3 hari lalu, di Villa coolibah Kavling Ambarita Cimacan Cianjur telah final menetapkan Ketua Umum Cabang Cianjur yang baru untuk periode 2009-2010 mendatang.

Proses sidang pleno yang begitu alot dan menyita banyak energi, sempat mengalami suasana tegang dari seluruh peserta komisariat yang ada. Terutama saat menentukan diterima atau tidaknya LPJ pada sidang pleno ke-II yang dimulai dari jam 22.00 (6/03) dari kepengurusan periode sebelumnya yang dipimpin oleh Hilman Nur Hakim dari Komisariat STAI Al-Azhari.

Berbagai argumen dan spekulasi tentang kinerja kepengurusan cabang sebelumnya santer muncul. Namun setelah proses votting di tempuh, akhirnya 2 komisariat yaitu UNSUR dan Al-Azhari sepakat menyatakan tidak menerima. Hanya dari komisariat UNPI lah yang menyatakan menerima. Meski demikian, pada akhirnya LPJ tersebut tetap dinyatakan tidak diterima oleh forum.

“Ada berbagai pertimbangan real yang membuat UNPI sepakat menerima LPJ tersebut. Tak ada unsur paksaan atau permainan politik disini. Ini murni keputusan yang kami ambil.” Tutur Egi ( 21) perwakilan dari UNPI, usai sidang.

Suasana tegang lainpun terjadi saat melaksanakan sidang pleno IV yang dimulai pada pukul 01.00 dini hari (8/03) ketika pembahasan untuk menentukan Ketua Umum Cabang yang baru. Masing-masing peserta utusan sebanyak 12 orang perwakilan dari 3 komisariat akan menjadi memilih satu nama bakal calon yang akan direkomendasikan sesuai dengan pilihan mereka. Dari 12 orang perwakilan itu, muncul 2 nama kuat yang dianggap loyal sebagai calon. Yaitu, M Herry Wirawan dari Komisariat UNPI, Firman Mulyadi dari Komisariat UnSUR. Kemudian mereka pun menempuh Uji kriteria hasil perembukan sidang komisi sebelumnya. Kemudian 12 peserta utusan kembali memilih 1 nama dari kedua calon tersebut sebagai penentuan akhir.

Akhirnya, nama M Herry Wirawan muncul sebagai nama terkuat yang berhasil merebut 8 suara dan unggul dari Firman Mulyadi dengan 4 suara. Dengan demikian, terpilihlah M Herry Wirawan sebagai Ketua terpilih yang akan meneruskan misi HMI untuk satu periode mendatang.

“Alhamdulilah, akhirnya proses yang begitu lama ini berakhir. Insyaalah, saya akan berusaha sebaik mungkin memikul tanggungjawab ini menuju HMI yang maju kedepannya.” Tutur Herry, usai penutupan sidang pleno.

Di tempat terpisah, Firman Mulyadi mengaku puas atas hasil tersebut. “Siapapun yang terpilih, yang terpenting ia harus mampu meneruskan misi HMI yang lebih baik kedepannya serta mampu merangkul 3 komisariat ini dengan solid.” Paparnya.

Selain itu, Ketua pengurus demisioner Lukman Nur Hakim mengatakan, pengurus akan tetap memberikan bantuan jika masih dibutuhkan. “Tidak menjadi pengurus lagi, bukan berarti lepas begitu saja, kami akan senantiasa membantu kepengurusan terpilih, jika dibutuhkan”. Tegasnya.

Acara pun berakhir dengan penutupan yang dilaksanakan keesokan paginya.

Posted in feature

MODEL FILSAFAT


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Dari tiga model filsafat “ada” di atas kita dapat menakar pola gerakan mahasiswa.  Yang pertama kita akan menemukan gerakan mahasiswa idealis-elitis. Gerakan Mahasiswa idealis-elitis ini adalah gerakan mahasiswa yang keberadaan dan gerakannya hanya memikirkan bagaimana mereproduksi wacana dan konsep yang banyak.    Bagaimana menghasilkan segudang wacana, workshop, dan seminar yang dahsyat tanpa memikirkan apa sumbangsihnya untuk menyelesaikan ketimpangan sosial yang ada.

Gerakan ini menjadi elitis karena keberadaan tidak pernah dirasakan langsung oleh masyarakat. Mereka asyik di menara gading kehidupan pemikirannya.

Tipe yang kedua yang akan kita temukan adalah gerakan mahasiswa pragmatis-elitis. erakan Mahasiswa model ini adalah gerakan yang hanya mementingkan tampilannya, agaimana organisasinya memiliki sekretariat yang bagus, pengurusnya memakai jas lmamater organisasi yang keren, perangkat organisasi yang lengkap, bahkan kalau perlu dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap. Andaikata mengadakan seminar, workshop dan diskusi yang dipikirkan bukan kulitas dan hasilnya, namun jumlah dan wahnya acara tersebut. Mereka menganggap berorganisasi itu dapat meningkatkan status sosialnya.

Tipe yang ketiga adalah tipe gerakan mahasiswa eksistensialisme. Gerakan ini biasanya hanya memikirkan keberadaan (eksistenssi) organisasinya dari apa yang dia lakukan. Mereka biasanya disibukkan dengan gerakan aksi yang cenderung show of force, memamerkan massa dalam jumlah yang besar tanpa memikirkan perubahan apa yang dihasilkan. Asal sudah diekspose di media mereka sudah senang dan merasa perjuangannya berhasil. Dalam melakukan baksos mereka hanya memikirkan panji-panji yang banyak,agar semua orang tahu bahwa mereka sedang melakukan baksos tanpa memikirkan bagaimana masyarakat di daerah itu akan mandiri dan menjadi lebih baik.

Posted in feature

Minat Baca Pelajar di Perpustakaan Daerah Meningkat


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} p {mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Minat merupakan salah satu disposisi (kecenderungan) individu yang berdasar pada kesenangan dan hasrat yang selalu timbul untuk memiliki atau melakukan sesuatu. Minat seseorang menimbukan motivasi untuk mendapatkan atau melakukan apa yang diminatinya.

Besar atau kecilnya minat yang ada dalam dirinya terhadap sesuatu berpengaruh pada kuat atau lemahnya motivasi yang dimilikinya. Dengan demikian, minat baca seorang siswa akan mempengaruhi motivasinya untuk membaca.

Minat baca lebih banyak dipengaruhi oleh pengalaman atau lesson learn yang telah diperoleh dari lingkungannya baik lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah dan masyarakat. Dari ketiga lngkungan pendidikan tersebut, lingkungan yang dipandang lebih potensial untuk menumbuhkankembangkan minat baca adalah lingkungan pendidikan, terutama yang dikelola melalui jalur sekolah.

Perpusda (Perpustakaan Daerah) memiliki berbagai fungsi untuk meningkatkan pengetahuan dan mencerdaskan masyarakat antara lain fungsi informative, yaitu semua informasi yang dimilikinya sanggup menjawab segala pertanyaan, fungsi edukatif mendidik seluruh anggota, fungsi rekreasi, yaitu sambil belajar denga cara membaca koleksi yang disediakan dan fungsi riset yang menyediakan koleksi untuk keperluan penelitian, semua fungsi yang ada digunakan untuk segenap anggota masyarakat, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, dilaksanakan pula Perpustakaan Keliling, untuk memberikan layanan kepada masayarakat yang jauh dari Perpustakaan Daerah. Pelayanan ini dengan menggunakan dua kendaraan Perpustakaan Keliling. Kendaraan Perpustakaan Keliling ini dalam setiap tahunnya melayani enam kecamatan, 12 desa, dan 24 pos layanan perpustakaan keliling.

Selain itu, sekitar 125 – 140 orang pelajar termasuk mahasiswa, datang setiap harinya mengunjungi Perpusda Banyak alasan serta motivasi para pelajar ini untuk datang.

Dan sebagian besar dari mereka, memang termotivasi datang untuk membaca. Terlepas apapun kategori buku yang mereka minati. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan minat baca yang cukup meningkat dari tahun 2007 lalu. Yang hanya mencapai 100 – 120 orang setiap harinya.

“Biasanya, pelajar sekolah yang paling banyak datang. Rata-rata dari mereka meminjam buku Agama dan Buku Fiksi.” tegas Pak Saefudin yang menjabat selaku Fungsional Pustakawan Di ARPUSDA ( Arsip dan Perpustakaan Daerah) Cianjur.

Jumlah Anggota yang terdaftar sampai akhir tahun 2008 pun sebanyak 64.000 orang anggota. Dengan rincian mahasiswa sebanyak 24.000 orang, untuk tingkat SMA sebanyak 16.800 orang, sebanyak 10.000 untuk tingkat SMP dan 610 orang untuk tingkat SD. Sisanya terdiri dari tingkat pegawai dan masyarakat umum.

Melihat kemajuan tersebut, tentu minat baca tersebut harus lebih ditingkatkan lagi dalam wilayah sarana dan prasarananya. Sistem manual yang masih dipergunakan di PUSDA Cianjur, menjadi salah satu wacana yang sedang dibidik untuk meningkatkan kualitas sarana. Yaitu dengan cara berpindah dengan menggunakan system komputerisasi yang telah direncanakan penggunaannya 2 tahun mendatang.

“Mudah-mudahan, tahun 2010 ARPUSDA telah memakai system Komputerisasi dalam pengaplikasian pelayanannya”. Jelas Pak A Muchtar.

Hal ini terkait dengan minimnya anggaran yang dialokasikan untuk kantor ARPUSDA dari Pemerintah Daerah. Meski demikian, penambahan jumlah koleksi buku yang berasal dari sumbangan Perpustakaan Nasional ( Perpusnas ) dan Badan Perpustakaan Daerah Jawa Barat ( Bapuda Jabar ) tengah dalam proses pengiriman. Namun belum dipastikan berapa jumlah buku yang akan diberikan. Karena sampai saat ini, jumlaj koleksi buku di PUSDA sebanyak 11.850 judul buku dengan jumlah 16.526 ekslemplar.

Tak hanya itu, serangkaian acara untuk meningkatkan minat baca pelajar, ialah dengan menggelar Pameran Buku, Pemasangan Umbul-umbul dan pemasangan iklan di beberapa media massa. Serta mengadakan berbagai perlombaan (seperti Lomba pidato dan Lomba Resensi Buku) untuk pelajar dan mahasiswa.

Kegiatan yang selalu rutin dilakukan setiap tahun ini, jelas cukup menarik respon dan antusiasme pelajar untuk semakin dekat dan mencintai buku.

Posted in feature

MERIAHNYA PERAYAAN CAP GO MEH

<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:EN-GB; mso-fareast-language:EN-GB;} @page Section1 {size:595.3pt 841.9pt; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Hujan deras yang menguyur siang hari itu tak membuat aktivitas pawai dalam rangka perayaan Cap Go Meh menjadi terganggu. Pasalnya, hari Kamis (12/02) kemarin menjadi hari pilihan dan peruntungan yang baik bagi masyarakat tionghoa untuk merayakannya. Diperkirakan ribuan orang datang memadati jalan.

Dan yang paling ditunggu-tunggu ialah datangnya Barongsai dan Liong yang akan diarak disepanjang jalan protokol di Cianjur. Terlebih untuk Cap Go Meh tahun ini, paguyuban tionghoa Cianjur mendatangkan 20 kelompok pemain Barongsai dari berbagai daerah, diantaranya berasal dari Sukabumi, Bogor, Cilengsi, Jakarta, dan Jongol.

Tercatat 50 barongsai dan 15 Liong ditampilkan dalam perayaan Cap Go Meh, yang juga dihadiri oleh Bupati Cianjur, Tjetjep Mochtar Soleh, MM. Beserta keluarganya, dipanggung kehormatan yang telah disediakan.

Berbagai macam hiasan dan umbul-umbul yang serba berwarna merah terlihat jelas dari pakaian yang digunakan para peserta arak-arakan yang ikut berpartisipasi. Iring-iringan musik yang dimainkan, semakin menambah kemeriahan pawai. Terlebih ada sebagian dari mereka yang menggunakan kostum lengkap Dewa Elang, Dewa Uang, dan seorang Hakim. Masing-masing dewa dan Hakim tersebut menunjukan makna Filosopi sebagai doa dan harapan bagi masyarakat, agar di tahun ini keberuntungan serta kebijaksanaan selalu mengiringi hidup umat manusia.

Antusias hadirnya Cap Go Meh ini, ternyata bukan hanya masyarakat keturunan tionghoa saja yang menyambut, tetapi masyarakat pribumi pun sangat senang akan adanya perayaan ini. Karena secara tidak langsung perayaan ini, telah mendapatkan tempat tersendiri dalam masyarakat sebagai corak keberagaman budaya.

Salah seorang warga desa maleber Cianjur Dedeh (36) mengatakan, ia sangat senang melihat perayaan ini, terlebih ini sebagai bentuk penghargaan kita terhadap budaya tionghoa yang sudah lama hidup berdampingan bersama kita. “Seneng aja liat barongsai, soalnya tiap tahun saya suka nonton. Kan harus saling menghargai aja keberagaman budaya yang ada. Kita jadi bisa rukun dan damai”. Tutur ibu 2 anak ini.

Tak hanya itu, hal menarik lainnya yang ditampilkan ketika arak-arakan berlangsung ialah, ikut sertanya Lembaga Kesenian Cianjur ( LKC ) dan Paguyuban Pasundan yang di gagas oleh Abah Ruskawan (Budayawan), yang menghadirkan Permainan Calung, Kuda Rengkong serta Kuda Kencana. Hal tersebut semakin memperlihatkan bahwa budaya, dapat ditumbuh kembangkan dan bisa saling beriringan serta berdampingan secara harmonis dengan komunitas lain, salah satunya dengan masyarakat keturunan Tionghoa. “Ini merupakan salah satu wujud untuk mengembangkan tali silaturahmi kita antar komunitas yang berbeda.

Posted in feature