Hingga saat ini, mesjid Al-moeslim belum kunjung selesai di renovasi.. Pasalnya, masih banyak perbaikan konstruk bangunan yang akan dimodifikasi. Ketika dikonfirmasi pada pihak universitas, ternyata ada tempat shalat pengganti yang bisa di pakai untuk sementara.
“Selagi kita menunggu beresnya mesjid di renovasi, kita manfaatkan dulu mushola Aula untuk tempat shalat. Jadi mushola disana, bisa terfungsikan lagi”. Tutur Nenden Suyati, SE ketika diwawancarai.
So, silahkan shalat di Mushola Aula dengan tenang. (A-07)
Acara Latihan Kepemimpinan mahasiswa (LKM) yang diselenggarakan 16-18 Februari lalu, merupakan latihan kader untuk pembekalan mahasiswa untuk menjadi Panutan,Perintis, penyelaras dan Pemberdaya Organisasi yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Acara ini merupakan program terakhir yang akan dilaksanakan BEM dalam kepengurusannya selama 1 periode. Rencananya, pada tanggal 27 April mendatang, akan dilaksanakan juga Musyawarah Besar Mahasiswa (MUBESMA) ke-2, untuk sidang pleno LPJ dan pembentukan KPUM guna persiapan pergantian kepengurusan BEM yang baru.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) adalah unsur pelaksana akademik yang mengkoordinasi, memantau, dan menilai pelaksanaan kegiatan penelitian dan kegiatan pengabdian masyarakat, serta mengusahakan dan mengendalikan administrasi sumber daya yang diperlukan.
Fungsi LPPM adalah sebagai lembaga koordinasi yang bertugas mengkoordinasi, memantau, dan menilai pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen, baik secara mandiri maupun kelompok. LPPM juga mengkoordinasi dan memfasilitasi kegiatan penelitian yang bersifat multi, antar, dan lintas bidang yang diselenggarakan oleh pusat studi yang bersifat multidisipliner. Di samping itu, juga berfungsi sebagai pusat konsultasi persoalan-persoalan pengembangan masyarakat, terutama berkaitan dengan konsultasi kewirausahaan dan pengembangan usaha kecil dan juga menengah.
Ditengah begitu pentingnya LPPM di tataran perguruan tinggi, akhirnya pada tanggal 27 maret lalu, LPPM UNPI yang diketuai oleh Drs Suherlan, Dj, SH, MM. sudah membentuk tim yang terdiri dari 13 orang perwakilan dosen dari seluruh fakultas, siap dijalankan dengan satu program yang diutamakan, yaitu membuat jurnal kampus. Dan tengah menunggu keputusan Rektor untuk disetujui.
Pernah berpikir gak sih, sampah yang kita buang setiap hari berakhir dimana ? jumlah kuantitas penduduknya yang melebihi luas wilayahnya ini, spontan menghasilkan sampah yang menggunung setiap harinya, terdampar menumpuk di suatu tempat.
Pernah berpikir gak, kalo sampah yang kita buang itu, jadi sumber kehidupan buat sebagian orang untuk menyambung hidup mereka? Bahkan, gunungan sampah itu, seakan menjadi rumah bagi mereka.
Disaat masyarakat sekarang tengah dilarutkan dengan euphoria Pemilihan Umum (PEMILU), pemerintah dan sebagian orang lainnya, seakan lupa tentang nasib mereka. Inilah yang mendorong Campus Biker Community (CBC) UNPI yang diketuai Jery Andriansyah (ME/8), untuk mengadakan “BAKTI SOSIAL” ke daerah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di daerah Cipineus-Cibeber pada tanggal 19 April nanti.
Dengan modal nekad dan bakat musik yang mereka punya, rencananya sebuah album lagu dari CBC Band akan dibuat untuk membiayai “BAKSOS” tersebut. Tak tanggung-tanggung sebanyak 600 keping CD akan dijual di kampus-kampus dan sekolah-sekolah dengan harga 5000 perak perkepingnya.
“Insyaallah, kita bakal Launching tanggal 30 maret ini”. Ujar Jery.
Menurut Jery, kegiatan BAKSOS ini dilaksanakan, untuk menghilangkan stigma negative pada Genk Motor yang ada di Cianjur. “Intinya, kita ingin mengubah citra itu, dan membuktikan bahwa genk motor punya kepedulian social yang tinggi di masyarakat” tambahnya.
So, buktiin bahwa kalian masih punya hati dan kepedulian buat saudara kita di “Pemukiman Sampah”, dengan beli CD’y CBC Band. Dan kalian udah jadi Rebelious sejati dengan bikin perubahan !!
16 % Mahasiswa UNPI Golput
Persaingan perebutan kursi di Parlemen makin menggila ketika krisis kepemimpinan terjadi di Negara kita. Tidak adanya sosok pemimpin yang bisa dijadikan panutan dan acuan membuat penduduk kita kebinggungan menghadapinya. Malah, para pemimpin yang beradu politik lewat partai ini, sangat Percaya diri akan dipilih rakyat dan membuat perubahan di negeri ini. Terbukti dengan munculnya 44 partai di pemilu ini, semakin menguatkan kesan bahwa di Negara berfalsafah Bhineka Tunggal Ika ini, belum bisa tampil sebagai Negara yang mengerti arti Demokrasi secara kafah.
Namun hal tersebut tidak membuat surut partisipasi masyarakat termasuk mahasiswa UNPI untuk terjun sebagai warga Negara yang baik, untuk menggunakan hak suaranya nanti. Pada Pemilihan Legislatif 9 April mendatang. Terbukti berdasarkan hasil survey tim wahana Kampus, hanya 16 % saja atau 1 dari 6 orang yang mengambil keputusan untuk Golput. Selebihnya, mereka akan menggunakan hak suara mereka meskipun masih kebinggungan untuk memilih yang mana.